Postingan

Menampilkan postingan dengan label Aliran Rasa

Aliran Rasa dan selebrasi kelulusan tahap kupu-kupu, Kelas Bunda Cekatan Ibu Profesional

Gambar
Bismillah, semangat harus tetap berkobar sampai akhir, walau ternyata sebenarnya ini bukan akhir dari segalanya, kelulusan tahap demi tahap di kelas bunda cekatan bukan akhir, tapi langkah awal menuju perjalanan dan pembelajaran yang sesungguhnya dalam kehidupan nyata, MasyaAllah.. semoga Allah senantiasa memberkahi setiap langkah kecil kebaikan yang setiap harinya saya ambil dan lakukan. Dalam aliran rasa ini, saya sedikitnya akan menyampaikan, apa-apa saja yang membuat saya bahagia selama berada, belajar dan berkumpul bareng teman-teman, yang pertama ialah keinginan saya sebagai makhluk sosial untuk bisa terus belajar memperbaiki diri baik untuk diri saya pribadi dan untuk keluarga khususnya untuk amanah terbesar saya yaitu anak-anak. Yang kedua adalah ingin selalu bisa berkumpul dan belajar dengan teman-teman yang sevisi dan semisi membangun peradaban dari rumah, yang terakhir adalah untuk memberikan hak mutlak diri agar senantiasa berbahagia 💕 MasyaAllah banyak energi positif yang...

Aliran Rasa Keluarga Multimedia

Gambar
Mengutip flyer buatan teman-teman IIP di level 12 ini "Rindu Itu Memang Berat, Tapi lebih berat Tantangan Kelas Bunda Sayang, Makanya hanya perempuan profesional saja yang kuat" Ahhh bacanya rasa gimana gitu, sadar diri sih saya mah kesentil banget, beda sama yang di kutip "hanya perempuan profesional saja yang kuat" lagi-lagi kalau bukan karena Allah saya gak mungkin bisa lewatin sampai level 12 ini. Masih melawan diri yang kadang masih "M" alias Malas, dan terlalu santai duduk di dalam zona nyaman. Di level ini sangat-sangat membantu saya aktif lagi bercengkrama terutama dengan suami dan anak-anak. Mulai melanjutkan lagi beberapa agenda yang terlupa. Dan mencoba banyak permainan baru dengan anak-anak. #Aliranrasa #Level12 #KeluargaMultimedia #KelasBunSayBCCG #InstitutIbuProfesional

Simpul Besar Game Level 8, Cerdas Finansial

Tentang cerdas finansial yang sudah kami jalani selama 17 hari lebih ini, walau anak-anak masih belum begitu berkewajiban menyisihkan uang jajannya, setidaknya ada efek jangka panjang yang saya rasakan dan saya lihat dari mereka 1. Aplikasinya, saat akan meminta jajan mereka sudah bisa tepat menggunakan uang, misal saya tanya, mau jajan apa? Saat di jawab cuma jajan **ku**t saja, berarti saya hanya memberi uang sesuai harga jajanan yang akan di beli, dan jika ingin berubah pikiran membeli makanan yang lain, mereka akan siap bertanya kepada penjualnya, "mana makanan yang seharga 2000 rupiah?" 😘 2. Saat mereka menyisihkan uang jajannya, sudah pasti uang jajannya berkurang, tapi saat itu mereka jadi sadar, bahwa ada hak orang lain di dalam uang mereka, ketika ada pengemis datang kerumah, mereka dengan sangat bergembira menyodorkan uang celengannya. "Nda dede punya uang, nih pakai punya dede" 😍 3. Setelah latihan lumayan 17 hari lebih sampai h...

Bintangku Teman Belajarku

Saya masih agak kesulitan memetakan potensinya anak-anak, mungkin karena sayanya ini yang kurang teliti, sering lupa mencatat dan mendokumentasikan Perasaan mereka kayak sinis gitu saat ketahuan saya pegang hp :D Hmmmh pemberitahuan seringkali mampir di telinga mereka, saat saya meminta izin untuk fokus sejenak memegang hp dan mengerjakan tugas, sesekali mereka mengizinkan dan seringkali mereka ikutan riweuh hahhaaha Selama saya mengamati rafif syafiq,  mulai dari hari pertama sampai hari ke 17, hal-hal yang anak-anak sukai tentu saat bermain bersama diluar, entah bersepeda atau sekedar berlarian, bercerita kisah-kisah masa kecilnya untuk menumbuhkan rasa percaya dirinya, kalau sebenarnya saat mereka batita dulu itu mereka pernah melakukan hal-hal yang amazing. Menggambar dan mewarnai hal-hal yang dilihatnya merupakan salah satu yang menarik bagi rafif, syafiq yang semakin berbinar saat mendengar saya berkisah tentang keberanian dan kemandirian para teladan ikut membangkitkan ju...

Ilmu dan Iman

Mulai dari projek pertama mengenalkan anak-anak untuk menyukai matematika pasti semua sudah Allah atur waktunya. Bagi saya sebagian besar orang tua termasuk saya, mengenalkan matematika kepada anak-anak itu tetap harus di selipi pengetahuan keimanan, mulai dari paham menghitung jumlah anggota tubuh, sedikit demi sedikit mereka diharapkan mampu mengenal siapa tuhannya, siapa penciptanya. Memiliki dan mencintai ilmu apalah artinya jika tanpa keimanan yang tertanam dalam hati. Semoga semua ikhtiar yang saya lakukan bernilai ibadah, aamiin #AliranRasa #GameLevel6 #KuliahBunSayIIP #ILoveMath #MathAroundUs

Aliran Rasa, Game Level 4 Gaya Belajar Anak

Sampai lupa tugas terakhir di game level 4 ini heuheu, pasalnya lagi agak hoream buka grup whatsapp teh, saking udah menemukan posisi wuenak saat ketemu dan main sama anak-anak, ada aja waktu luang yang di pakai buat bermain dan bersenda gurau bareng mereka. Saya sadar saya bukan robot, superman ataupun superwomen, saat rumah beres, makanan tersaji lirikan mata itu sekarang sudah mulai tertambat sama mereka, semoga ga hanya sesaat, semoga ini terus berlangsung setiap hari sepanjang menjalani tugas ibu sebelum mereka dewasa,insyaAllah semoga Allah ridho. Hasil perjalanan pengamatan saya selama 17 hari yang lalu, tentunya membuka mata saya akan anugrah kemampuan belajar yang sudah Allah karuniakan kepada mereka(anak-anak saya), yang terpapar secara gamblang bukan hanya melihat gaya belajar seorang anak, tapi melihat gaya belajar manusia seutuhnya, manusia yang sudah Allah berikan fitrah untuk memperoleh ilmu pengetahuan,keterampilan dan keahlian. Dengan pengamatan gaya belajar kemarin...

Aliran Rasa Game Level #3

Waktunya mengalirkan rasa, 17 hari di lalui sudah, biarpun sambil ngantuk-ngantuk saat harus posting tiap harinya, tak mengapa sibuk menjalani waktu yang singkat ini demi mencambuk diri agar lebih baik lagi. Di awal-awal niat banget buat jalani projek membacakan buku untuk anak-anak sehari 1, eh malah ga bikin mereka tertarik, fitrah anak-anak balita dan batita memang seperti yang di katakan oleh para pakar parenting, seusia mereka itu harus mengalir saja, ikuti apa yang mereka sukai tidak dipaksa atau di gegas, disini pun saya belajar untuk memahami mereka dan mencatat setiap hal yang mereka sukai dan yang paling sering di kerjakan berulang-ulang. Apa yang mereka pegang dan dekati, saya coba jadikan projek dan saya tuangkan menjadi cerita. Mencoba menggunakan apa yang ada, dan menjadikannya menarik di hadapan anak-anak. Walau semua projek yang dijalani super duper sederhana, alhamdulillah sedikit demi sedikit mereka mulai enjoy tiap harinya untuk melakukan kegiatan bersama saya da...

Nice Homework #10 Program Matrikulasi IIP batch #3

MEMBANGUN KOMUNITAS, MEMBANGUN PERADABAN Alhamdulillah Allah masih izinkan saya tersadar menempa diri, hati dan pikiran untuk menimba ilmu berproses menjadi manusia yang lebih baik lagi, di kelilingi orang-orang baik, yang juga menghantarkan saya dalam komunitas IIP yang baik MasyaAllah ini benar-benar suatu anugrah. Berkaca lagi ke diri sendiri, awalnya saya ragu ketika di amanahi tanggung jawab dalam kepengurusan IIP Banten sebagai PJ Life Skill, Ya Allah saya ini punya skill apa gitu? Kok iya para pengurus senior memilih saya? Saya merasa belum baik, merasa tidak mampu, saya minder, dan rasa-rasa lain yang membuat saya kurang pede berdiri di posisi terdepan dalam komunitas. Namun, saya kembalikan semuanya kepada Allah, saya coba terus berpikir positif, mungkin ini cara Allah menguji saya, melihat seberapa mampu saya berjuang untuk berubah, berdiri dan melangkah maju hingga akhirnya saya pantas dihadiahi Allah kebahagiaan dunia akhirat, dengan belajar melayani dan menebar manfaat,...

Yes I can!

Bersyukur Alhamdulillah, Sampai juga di aliran rasa game level #2 di kelas Bunda Sayang, ada tangis dan juga tawa yang meyertai kami bertiga di setiap harinya, tantangan terberat untuk bisa teguh pendirian dalam memandirikan anak-anak. Saat harus berjuang melawan tangis dan rengekannya, saat harus bangkit di kebosanan rutinitas, saat harus berat hati merangkak melawan rasa kantuk di gelapnya hari, sampai akhirnya berdiri  membersamai menjalani hari-harinya, walau saya harus bersusah payah menahan diri dari rasa kalah akan ego, emosi dan amarah, lagi-lagi tak henti agar hati dan diri dilindungi Allah, agar tak mudah mengalah dengan godaan yang ada. Hati yang kadang masih terbolak balik masih selalu ada rasa ragu, Bisa kah saya? Mampukah saya? Sanggupkah saya? Belakangan ini Allah sudah perlihatkan perubahan baik anak-anak, perubahan yang membuat mata ini berkaca-kaca, mulai dari berkurangnya penolakan saat tiba waktunya mandi, atau makan, sedikit yang saya ucapkan, banyak yang an...